perumahan dan rumah minimalis modern

perumahan dan rumah minimalis modern – Perumahan adalah grup rumah yg berperan jadi lingkungan rumah atau tempat tinggal yg diperlengkapi dengan prasarana lingkungan yakni kelengkapan basic fisik lingkungan, umpamanya penyediaan air minum, pembuangan sampah, terdapatnya listrik, telepon, jalan, yg sangat mungkin lingkungan pemukiman berperan seperti harusnya.

perumahan dan rumah minimalis modern

perumahan dan rumah minimalis modern

perumahan dan rumah minimalis modern

perumahan dan rumah minimalis modern

Rumah adalah tempat untuk melepas capek, tempat bergaul, serta membina rasa kekeluargaan di antara anggota keluarga, tempat berlindung keluarga serta menaruh barang bernilai, serta rumah sebagai status lambing social (Azwar, 1996 ; Mukono, 2000)
Rumah adalah susunan fisik terbagi dalam ruang, halaman serta ruang sekelilingnya yg digunakan jadi rumah serta fasilitas pembinaan keluarga (UU RI No. 4 Th. 1992).
Menurut WHO, rumah adalah susunan fisik atau bangunan untuk tempat berlindung, di mana lingkungan bermanfaat untuk kesehatan jasmani serta rohani dan kondisi sosialnya baik untuk kesehatan kelu arga serta individu (Komisi WHO Tentang Kesehatan serta Lingkungan, 2001).

Menurut American Public Health Association (APHA) rumah disebutkan sehat jika : (1) Penuhi keperluan fisik basic seperti temperatur lebih rendah dari udara diluar rumah, penerangan yg mencukupi, ventilasi yg nyaman, serta kebisingan 45-55 dB. A. ; (2) Penuhi keperluan kejiwaan ; (3) Membuat perlindungan penghuninya dari penyebaran penyakit menyebar yakni mempunyai penyediaan air bersih, fasilitas pembuangan sampah serta saluran pembuangan air limbah yg saniter serta penuhi prasyarat kesehatan ; dan (4) Membuat perlindungan penghuninya dari peluang terjadinya kecelakaan serta bahaya kebakaran, seperti fondasi rumah yg kuat, tangga yg tidak curam, bahaya kebakaran karna arus pendek listrik, keracunan, bahkan juga dari ancaman kecelakaan jalan raya (Sanropie, 1992 ; Azwar, 1996). penjelasan tentang rumah tipe 45

Pengertian Perumahan serta Permukiman
Berdasar pada Undang-undang No 4 Th. 1992 mengenai Perumahan serta Permukiman, ada banyak pengertian basic, yakni ;

Rumah adalah bangunan yg berperan jadi rumah atau tempat tinggal serta fasilitas pembinaan keluarga.
Perumahan adalah grup rumah yg berperan jadi lingkungan tempal tinggal atau lingkungan tempat tinggal yg diperlengkapi dengan prasarana serta fasilitas lingkungan.
Permukiman adalah sisi dari lingkungan hidup diluar lokasi lindung, baik yg berbentuk lokasi perkotaan ataupun perdesaan yg berperan jadi lingkungan rumah atau lingkungan tempat tinggal serta tempat aktivitas yg mensupport perikehidupan serta penghidupan.
Unit lingkungan permukiman adalah lokasi perumahan dalam beragam bentuk serta ukuran dengan pengaturan tanah serta ruang, prasarana serta fasilitas lingkungan yg terstruktur.
Prasarana lingkungan adalah kelengkapan basic fisik lingkungan yg sangat mungkin lingkungan permukiman bisa berperan seperti harusnya.
Rumah jadi bangunan adalah sisi dari satu Permukiman yg utuh, serta tidak hanya adalah tempat bernaung membuat perlindungan diri dari semua bahaya, masalah, serta dampak fisik belaka, tetapi juga adalah rumah, tempat beristirahat sesudah melakukan perjuangan hidup keseharian. (C. Djemabut Blaang, Perumahan serta Permukiman, 1986 : 28),
Permukiman adalah unit lokasi perumahan lengkap dengan prasarana lingkungan, prasarana umum, serta sarana sosial yg memiliki kandungan keterpaduan kebutuhan serta kesesuaian pemakaian jadi lingkungan kehidupan.
Perumahan serta pemukiman adalah kesatuan fungsional, sebab pembangunan perumahan mesti berlandaskan satu alur pemukiman yg menyeluruh, yakni bukan sekedar mencakup pembangunan fisik rumah saja, tetapi juga diperlengkapi dengan prasarana lingkungan, fasilitas umum serta sarana sosial, terlebih di daerah perkotaan yg memiliki persoalan majemuk serta multidimensional.
Menurut Suparno Sastra M. serta Endi Marlina, (Rencana serta Pengembangan Perumahan, 2006 : 29) pengertian tentang perumahan adalah grup rumah yg berperan jadi lingkungan rumah atau lingkungan tempat tinggal yg diperlengkapi dengan prasarana serta fasilitas lingkungan.

Sedang permukiman menurut Suparno Sastra M. serta Endi Marlina, (Rencana serta Pengembangan Perumahan, 2006 : 37), adalah satu tempat menetap manusia untuk tunjukkan satu maksud spesifik. Jika dikaji dari sisi arti, permukiman datang dari terjemahan kata settlements yg memiliki kandungan pengertian satu sistem menetap. permukiman mempunyai 2 makna yg berlainan yakni :

Isi. Yakni menunjuk pada manusia jadi penghuni ataupun orang-orang di lingkungan sekelilingnya.
Wadah. Yakni menunjuk pada fisik tempat tinggal yg terbagi dalam alam serta elemen-elemen buatan manusia.
Elemen permukiman
Permukiman terjadi atas kesatuan pada manusia serta lingkungan sdi sekelilingnya. Permukiman adalah satu system yg terbagi dalam sebagian elemen yakni (Suparno Sastra M. serta Endi Marlina, Rencana serta Pengembangan Perumahan, 2006 : 39) :

Alam.
Manusia. Didalam satu lokasi permukiman, manusia adalah aktor paling utama kehidupan, selain makhluk hidup seperti hewan, tumbuhan serta yang lain. jadi makhluk yg paling prima, dalam kehidupannya manusia memerlukan beragam hal yg bisa mendukung keberlangsungan hidupnya, baik itu keperluan biologis (ruang, udara, temperatur, dan sebagainya), perasaan serta persepsi, keperluan emosional serta keperluan juga akan nilai-nilai moral.
Orang-orang. Orang-orang adalah kesatuan grup orang (keluarga) dalam satu permukiman yg membuat satu komune spesifik. Beberapa hal yg terkait dengan persoalan yg berlangsung dalam orang-orang yg menempati satu lokasi permukiman adalah :
Kepadatan serta komposisi penduduk
Grup sosial
Kebiasaan serta kebudayaan
Pengembangan ekonomi
Pendidikan
Kesehatan
Hukum serta administrasi
Bangunan atau rumah. Bangunan atau rumah adalah wadah untuk manusia. Pada prinsipnya bangunan yg bisa dipakai selama operasional kehidupan manusia dapat digolongkan sesuai sama peranan semasing, yakni :
Rumah service orang-orang (sekolah, rumah sakit, dan sebagainya)
Sarana rekreasi atau hiburan
Pusat perbelanjaan
Industri
Pusat transportasi
Networks. Networks adalah system buatan ataupun alami yg sediakan sarana untuk operasional satu lokasi permukiman. Untuk system buatan, tingkat pemenuhannya berbentuk relatif, di mana pada lokasi permukimansatu dengan yg yang lain berbeda. System buatan yg yang keberadaannya dibutuhkan dalam satu lokasi diantaranya :
System jaringan air bersih
System jaringan listrik
System transportasi
System komunikasi
Drainase serta air kotor
Tata letak fisik
Type serta Type Rumah
Persyaratan rumah berdasar pada konstruksinya dibedakan jadi :

Tabel 1.

Persyaratan Rumah Berdasarkan Konstruksi

Kriteria

Permanen

Semi Permanen

Non Permanen

Pondasi

Ada

Ada

Tidak

Dinding

Batu-bata/batako

1/2 tembok & 1/2 kayu/bambu

Bambu/kayu

Atap

Genteng

Genteng

Genteng/terkecuali genteng

Lantai

Plester/keramik

Plester/keramik

Tanah

Bila diliat berdasar pada ukuranya, standard perbandingan jumlah rumah besar, rumah tengah serta rumah kecil yakni 1 : 3 : 6

Luas kapling rumah besar : 120 m² – 600 m² (type 70)
Luas kapling rumah tengah : 70 m² – 100 m² (type 45-54)
Luas kapling rumah kecil : 21 m² – 54 m² (type 21-36)
Untuk memastikan luas minimal rata-rata dari perpetakan tanah mesti memperhitungkan beberapa aspek kehidupan manusianya, aspek alamnya serta penyusunan bangunan setempat.

Keadaan Fisik Bangunan
Berdasar pada keadaan fisik bangunannya, rumah di Kelurahan Bandulan bisa dikelompokkan jadi 3 kelompok, yakni :

Rumah permanen, mempunyai ciri dinding bangunannya dari tembok, berlantai semen atau keramik, serta atapnya memiliki bahan genteng.
Rumah semi-permanen, mempunyai ciri dindingnya 1/2 tembok serta 1/2 bambu, atapnya terbuat dari genteng ataupun seng atau asbes, banyak didapati pada gang-gang kecil.
Rumah non-permanen, ciri tempat tinggalnya berdinding kayu, bambu atau gedek, serta tidak berlantai (lantai tanah), atap tempat tinggalnya dari seng ataupun asbes.

contoh rumah permanen (rumah di Jalan Gambir Kota Yogyakarta)

Status Kepemilikan Tanah
Menurut UU No. 5 Th. 1960 Mengenai Ketentuan Basic Pokok-Pokok Agraria, Hak atas tanah bisa dipunyai oleh orang baik individu, grup ataupun tubuh hukum. Hak-hak itu bisa dipakai untuk mempergunakan tanah yg berkaitan. Mengenai beberapa macam hak atas tanah diantaranya :

hak milik
Hak punya adalah hak turun alami penurunan, terkuat serta terpenuh yg bisa dimiliki orang atas tanah. Hak punya bisa berpindah serta diarahkan pada orang yang lain.

· hak guna-usaha

Hak manfaat usaha adalah hak untuk mengupayakan tanah yg dikuasai segera oleh Negara, hak ini berlangsung karna ketentuan pemerintah di mana mempunyai periode waktu spesifik.

hak guna-bangunan
Hak manfaat bangunan adalah hak untuk membangun serta memiliki bangunan-bangunan atas tanah yg bukanlah kepunyaannya sendiri dengan periode waktu spesifik.

hak pakai
hak gunakan adalah hak untuk memakai atau memakai hasil dari tanah yg dikuasai segera oleh Negara atau tanah punya orang yang lain.

hak sewa
hak sewa adalah hak untuk memakai atau memakai hasil dari tanah orang yang lain yg sudah disewa.

Kriteria Perumahan serta Permukiman
Satu perumahan serta pemukiman mempunyai satu kriteria basic sebelumnya dibangun, salah satunya :

Kriteria Basic Perumahan

Menurut SNI 03-1733-2004 mengenai Tata Langkah Rencana Lingkungan Perumahan di Perkotaan tempat lingkungan perumahan mesti penuhi ketetapan seperti berikut :

Tempat perumahan mesti sesuai sama gagasan peruntukan tempat yg ditata dalam Gagasan Tata Ruang Lokasi (RTRW) setempat atau dokumen rencana yang lain yg diputuskan dengan Ketentuan Daerah setempat, dengan persyaratan seperti berikut :
Persyaratan keamanan, diraih dengan memperhitungkan kalau tempat itu bukanlah adalah lokasi lindung (catchment ruang), olahan pertanian, rimba produksi, daerah buangan limbah pabrik, daerah bebas bangunan pada ruang Bandara, daerah di bawah jaringan listrik tegangan tinggi ;
Persyaratan kesehatan, diraih dengan memperhitungkan kalau tempat itu bukanlah daerah yg memiliki pencemaran udara diatas ambang batas, pencemaran air permukaan serta air tanah dalam ;
Persyaratan kenyamanan, diraih dengan keringanan perolehan (aksesibilitas), keringanan berkomunikasi (internal/eksternal, segera atau tidak segera), keringanan berkegiatan (prasarana serta fasilitas lingkungan ada) ;
Persyaratan keindahan/kecocokan/kedisiplinan (kompatibilitas), diraih dengan penghijauan, menjaga karakter topografi serta lingkungan yg ada, umpamanya tidak meratakan bukit, mengurug semua rawa atau danau/setu/sungai/kali dsb ;
Persyaratan fleksibilitas, diraih dengan memperhitungkan peluang perkembangan fisik/pemekaran lingkungan perumahan dihubungkan dengan keadaan fisik lingkungan serta keterpaduan prasarana ;
Persyaratan keterjangkauan jarak, diraih dengan memperhitungkan jarak perolehan baik kekuatan orang jalan kaki jadi pemakai lingkungan pada peletakan fasilitas serta prasarana-utilitas lingkungan ; dan
Persyaratan lingkungan berjati diri, diraih dengan memperhitungkan keterikatan dengan ciri-khas sosial budaya orang-orang setempat, terlebih segi kontekstual pada lingkungan tradisionil/lokal setempat.
Tempat rencana perumahan mesti ada pada tempat yg terang status kepemilikannya, serta penuhi kriteria administratif, tehnis serta ekologis.
Keterpaduan pada tatanan aktivitas serta alam di sekitarnya, dengan memperhitungkan type, masa tumbuh serta umur yg diraih, dan pengaruhnya pada lingkungan, untuk tumbuhan yg ada serta mungkin saja tumbuh di lokasi yg disebut.

Kriteria Basic Permukiman

Satu bentuk permukiman yg baik di kota adalah pertanyaan yg menginginkan jawaban yg berbentuk komprehensif, sebab perumahan serta permukiman menyangkut kehidupan manusia termasuk juga keperluan manusia yg terbagi dalam beragam segi. Hingga bisa dirumuskan dengan simpel mengenai ketetapan yg baik untuk satu permukiman yakni mesti penuhi seperti berikut :

Tempatnya demikian rupa hingga tidak terganggu oleh aktivitas beda seperti pabrik, yg biasanya bisa memberi efek pada pencemaran udara atau pencemaran lingkungan yang lain.
Memiliki akses pada pusat-pusat service seperti service pendidikan, kesehatan, perdagangan, dan sebagainya.
Memiliki sarana drainase, yg bisa mengalirkan air hujan secara cepat serta tidaklah sampai menyebabkan genangan air meskipun hujan yg lebat meskipun.
Memiliki sarana penyediaan air bersih, berbentuk jaringan distribusi yg siap untuk disalurkan ke semasing rumah.
Diperlengkapi dengan sarana air kotor/tinja yg bisa di buat dengan system perorangan yakni tanki septik serta lapangan rembesan, maupun tanki septik komunal.
Permukiman mesti dilayani oleh sarana pembuangan sampah dengan teratur supaya lingkungan permukiman tetaplah nyaman.
Diperlengkapi dengan sarana umum seperti taman bermain untuk anak-anak, lapangan atau taman, tempat beribadat, pendidikan serta kesehatan sesuai sama taraf besarnya permukiman itu.
Dilayani oleh jaringan listrik serta telepon

rumah minimalis modern

perumahan mutiara residence bantar gebang, trias hills bekasi, foto rumah minimalis karya arsitek programbedah rumah, alamat lengkap perumahan klari regency, perumahan bumi citra lestari samarinda, perumahan bumi dukuh asri 2018, perumahan bumi dukuh asri sukoharjo, perumahan bumi mutiara indah cidahu, Perumahan Citra Alam Sukoharjo Sukoharjo Regency Central Java, perumahan cluster jasmine ciledug, perumahan griya caraka antapani bandung, Perumahan Subsidi Karikil Asri Tasikmalaya Jawa Barat, perunahan kredit di balikpapan timur, perumahan bcl loa bakung, perumahan baru di indihiang tasikmalaya, alamat perum klari regency, ambar tanjungsari residence 2018, bangunan arsitektir peninggakan dinasti qatar, cicilan rumah queen gardenia jember, corsica residence bekasi timur, lowongan kerja bangunan merauke, lowongan kerja bata ringan sidoarjo 2018, over nuansa nanisi bandung, perum alamanda jatiwangi, perum citra perwira purbalingga, perum griya simpur indah cikarang, tukang gambar desainrumah di samarang garut penginapan dan rental mobil di bogor
perumahan dan rumah minimalis modern | lifehills.com | 4.5
Rumah minimalis modern - di Aceh Barat | di Aceh Barat Daya | di Aceh Besar | di Aceh Jaya | di Aceh Selatan | di Aceh Singkil | di Aceh Tamiang | di Aceh Tengah | di Aceh Tenggara | di Aceh Timur | di Aceh Utara | di Agam | di Alor | di Asahan | di Asmat | di Badung | di Balangan | di Bandung | di Bandung Barat | di Banggai | di Banggai Kepulauan | di Banggai Laut | di Bangka | di Bangka Barat | di Bangka Selatan | di Bangka Tengah | di Bangkalan | di Bangli | di Banjar | di Banjarnegara | di Bantaeng | di Bantul | di Banyuasin | di Banyumas | di Banyuwangi | di Barito Kuala | di Barito Selatan | di Barito Timur | di Barito Utara | di Barru | di Batang | di Batanghari | di Batubara | di Bekasi | di Belitung | di Belitung Timur | di Belu | di Bener Meriah | di Bengkalis | di Bengkayang | di Bengkulu Selatan | di Bengkulu Tengah | di Bengkulu Utara | di Berau | di Biak Numfor | di Bima | di Bintan | di Bireuen | di Blitar | di Blora | di Boalemo | di Bogor | di Bojonegoro | di Bolaang Mongondow | di Bolaang Mongondow Selatan | di Bolaang Mongondow Timur | di Bolaang Mongondow Utara | di Bombana | di Bondowoso | di Bone | di Bone Bolango | di Boven Digoel | di Boyolali | di Brebes | di Buleleng | di Bulukumba | di Bulungan | di Bungo | di Buol | di Buru | di Buru Selatan | di Buton | di Buton Selatan | di Buton Tengah | di Buton Utara | di Ciamis | di Cianjur | di Cilacap | di Cirebon | di Dairi | di Deiyai | di Deli Serdang | di Demak | di Dharmasraya | di Dogiyai | di Dompu | di Donggala | di Empat Lawang | di Ende | di Enrekang | di Fakfak | di Flores Timur | di Garut | di Gayo Lues | di Gianyar | di Gorontalo | di Gorontalo Utara | di Gowa | di Gresik | di Grobogan | di Gunung Mas | di Gunungkidul | di Halmahera Barat | di Halmahera Selatan | di Halmahera Tengah | di Halmahera Timur | di Halmahera Utara | di Hulu Sungai Selatan | di Hulu Sungai Tengah | di Hulu Sungai Utara | di Humbang Hasundutan | di Indragiri Hilir | di Indragiri Hulu | di Indramayu | di Intan Jaya | di Jayapura | di Jayawijaya | di Jember | di Jembrana | di Jeneponto | di Jepara | di Jombang | di Kaimana | di Kampar | di Kapuas | di Kapuas Hulu | di Karanganyar | di Karangasem | di Karawang | di Karimun | di Karo | di Katingan | di Kaur | di Kayong Utara | di Kebumen | di Kediri | di Keerom | di Kendal | di Kepahiang | di Kepulauan Anambas | di Kepulauan Aru | di Kepulauan Mentawai | di Kepulauan Meranti | di Kepulauan Sangihe | di Kepulauan Selayar | di Kepulauan Siau Tagulandang Biaro | di Kepulauan Sula | di Kepulauan Talaud | di Kepulauan Yapen | di Kerinci | di Ketapang | di Klaten | di Klungkung | di Kolaka | di Kolaka Timur | di Kolaka Utara | di Konawe | di Konawe Kepulauan | di Konawe Selatan | di Konawe Utara | di Kotabaru | di Kotawaringin Barat | di Kotawaringin Timur | di Kuantan Singingi | di Kubu Raya | di Kudus | di Kulon Progo | di Kuningan | di Kupang | di Kutai Barat | di Kutai Kartanegara | di Kutai Timur | di Labuhanbatu | di Labuhanbatu Selatan | di Labuhanbatu Utara | di Lahat | di Lamandau | di Lamongan | di Lampung Barat | di Lampung Selatan | di Lampung Tengah | di Lampung Timur | di Lampung Utara | di Landak | di Langkat | di Lanny Jaya | di Lebak | di Lebong | di Lembata | di Lima Puluh Kota | di Lingga | di Lombok Barat | di Lombok Tengah | di Lombok Timur | di Lombok Utara | di Lumajang | di Luwu | di Luwu Timur | di Luwu Utara | di Madiun | di Magelang | di Magetan | di Mahakam Ulu | di Majalengka | di Majene | di Malaka | di Malang | di Malinau | di Maluku Barat Daya | di Maluku Tengah | di Maluku Tenggara | di Maluku Tenggara Barat | di Mamasa | di Mamberamo Raya | di Mamberamo Tengah | di Mamuju | di Mamuju Tengah | di Mamuju Utara | di Mandailing Natal | di Manggarai | di Manggarai Barat | di Manggarai Timur | di Manokwari | di Manokwari Selatan | di Mappi | di Maros | di Maybrat | di Melawi | di Mempawah | di Merangin | di Merauke | di Mesuji | di Mimika | di Minahasa | di Minahasa Selatan | di Minahasa Tenggara | di Minahasa Utara | di Mojokerto | di Morowali | di Morowali Utara | di Muara Enim | di Muaro Jambi | di Mukomuko | di Muna | di Muna Barat | di Murung Raya | di Musi Banyuasin | di Musi Rawas | di Musi Rawas Utara | di Nabire | di Nagan Raya | di Nagekeo | di Natuna | di Nduga | di Ngada | di Nganjuk | di Ngawi | di Nias | di Nias Barat | di Nias Selatan | di Nias Utara | di Nunukan | di Ogan Ilir | di Ogan Komering Ilir | di Ogan Komering Ulu | di Ogan Komering Ulu Selatan | di Ogan Komering Ulu Timur | di Pacitan | di Padang Lawas | di Padang Lawas Utara | di Padang Pariaman | di Pakpak Bharat | di Pamekasan | di Pandeglang | di Pangandaran | di Pangkajene dan Kepulauan | di Paniai | di Parigi Moutong | di Pasaman | di Pasaman Barat | di Paser | di Pasuruan | di Pati | di Pegunungan Arfak | di Pegunungan Bintang | di Pekalongan | di Pelalawan | di Pemalang | di Penajam Paser Utara | di Penukal Abab Lematang Ilir | di Pesawaran | di Pesisir Barat | di Pesisir Selatan | di Pidie | di Pidie Jaya | di Pinrang | di Pohuwato | di Polewali Mandar | di Ponorogo | di Poso | di Pringsewu | di Probolinggo | di Pulang Pisau | di Pulau Morotai | di Pulau Taliabu | di Puncak | di Puncak Jaya | di Purbalingga | di Purwakarta | di Purworejo | di Raja Ampat | di Rejang Lebong | di Rembang | di Rokan Hilir | di Rokan Hulu | di Rote Ndao | di Sabu Raijua | di Sambas | di Samosir | di Sampang | di Sanggau | di Sarmi | di Sarolangun | di Sekadau | di Seluma | di Semarang | di Seram Bagian Barat | di Seram Bagian Timur | di Serang | di Serdang Bedagai | di Seruyan | di Siak | di Sidenreng Rappang | di Sidoarjo | di Sigi | di Sijunjung | di Sikka | di Simalungun | di Simeulue | di Sinjai | di Sintang | di Situbondo | di Sleman | di Solok | di Solok Selatan | di Soppeng | di Sorong | di Sorong Selatan | di Sragen | di Subang | di Sukabumi | di Sukamara | di Sukoharjo | di Sumba Barat | di Sumba Barat Daya | di Sumba Tengah | di Sumba Timur | di Sumbawa | di Sumbawa Barat | di Sumedang | di Sumenep | di Supiori | di Tabalong | di Tabanan | di Takalar | di Tambrauw | di Tana Tidung | di Tana Toraja | di Tanah Bumbu | di Tanah Datar | di Tanah Laut | di Tangerang | di Tanggamus | di Tanjung Jabung Barat | di Tanjung Jabung Timur | di Tapanuli Selatan | di Tapanuli Tengah | di Tapanuli Utara | di Tapin | di Tasikmalaya | di Tebo | di Tegal | di Teluk Bintuni | di Teluk Wondama | di Temanggung | di Timor Tengah Selatan | di Timor Tengah Utara | di Toba Samosir | di Tojo Una-Una | di Tolikara | di Toli-Toli | di Toraja Utara | di Trenggalek | di Tuban | di Tulang Bawang | di Tulang Bawang Barat | di Tulungagung | di Wajo | di Wakatobi | di Waropen | di Way Kanan | di Wonogiri | di Wonosobo | di Yahukimo | di Yalimo | di Bali | di Banten | di Bengkulu | di Daerah Istimewa Yogyakarta | di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta | di Gorontalo | di Jakarta Barat | di Jakarta Pusat | di Jakarta Selatan | di Jakarta Timur | di Jakarta Utara | di Jambi | di Jawa Barat (JABAR) | di Jawa Tengah (JATENG) | di Jawa Timur (JATIM) | di Kalimantan Barat (KALBAR) | di Kalimantan Selatan (KALSEL) | di Kalimantan Tengah (KALTENG) | di Kalimantan Timur (KALTIM) | di Kalimantan Utara (KALTARA) | di Kepulauan Bangka Belitung | di Kepulauan Riau (KEPRI) | di Kota Ambon | di Kota Balikpapan | di Kota Banda Aceh | di Kota Bandar Lampung | di Kota Bandung | di Kota Banjar | di Kota Banjarbaru | di Kota Banjarmasin | di Kota Batam | di Kota Batu | di Kota Bau-Bau | di Kota Bekasi | di Kota Bima | di Kota Binjai | di Kota Bitung | di Kota Blitar | di Kota Bogor | di Kota Bontang | di Kota Bukittinggi | di Kota Cilegon | di Kota Cimahi | di Kota Cirebon | di Kota Depok | di Kota Dumai | di Kota Gunungsitoli | di Kota Jambi | di Kota Kediri | di Kota Kendari | di Kota Kotamobagu | di Kota Langsa | di Kota Lhokseumawe | di Kota Lubuklinggau | di Kota Madiun | di Kota Magelang | di Kota Makassar | di Kota Malang | di Kota Manado | di Kota Mataram | di Kota Medan | di Kota Metro | di Kota Mojokerto | di Kota Padang | di Kota Padangpanjang | di Kota Padangsidempuan | di Kota Pagar Alam | di Kota Palembang | di Kota Palopo | di Kota Parepare | di Kota Pariaman | di Kota Pasuruan | di Kota Payakumbuh | di Kota Pekalongan | di Kota Pekanbaru | di Kota Pematangsiantar | di Kota Pontianak | di Kota Prabumulih | di Kota Probolinggo | di Kota Sabang | di Kota Salatiga | di Kota Samarinda | di Kota Sawahlunto | di Kota Semarang | di Kota Serang | di Kota Sibolga | di Kota Singkawang | di Kota Solok | di Kota Subulussalam | di Kota Sukabumi | di Kota Sungai Penuh | di Kota Surabaya | di Kota Surakarta | di Kota Tangerang | di Kota Tangerang Selatan | di Kota Tanjung Pinang | di Kota Tanjungbalai | di Kota Tasikmalaya | di Kota Tebing Tinggi | di Kota Tegal | di Kota Ternate | di Kota Tidore Kepulauan | di Kota Tomohon | di Kota Tual | di Lampung | di Maluku Utara | di Maluku | di Nusa Tenggara Barat (NTB) | di Nusa Tenggara Timur (NTT) | di Papua Barat | di Papua | di Riau | di Sulawesi Barat (SULBAR) | di Sulawesi Selatan (SULSEL) | di Sulawesi Tengah (SULTENG) | di Sulawesi Tenggara (SULTRA) | di Sulawesi Utara (SULUT) | di Sumatera Barat (SUMBAR) | di Sumatera Selatan (SUMSEL) | di Sumatera Utara (SUMUT)